Aturan IMEI Siap Ditandatangani, Saham ERAA dan TELE Dibuka Menghijau

Aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI) akan membatasi impor ponsel ilegal dalam jumlah besar.

Aturan IMEI Siap Ditandatangani, Saham ERAA dan TELE Dibuka Menghijau

Bisnis.com, JAKARTA — Saham peritel gawai PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) dibuka menghijau pada perdagangan, Jumat (18/10/2019).

Saham ERAA dibuka di level Rp1.900 atau menguat 12,09 persen dan TELE dibuka di level Rp376, lebih tinggi 3,3 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, saham PT Global Teleshop Tbk. (GLOB) dibuka pada level harga yang sama dengan penutupan pada Kamis (17/10), yakni Rp434 per lembar.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra mengatakan penandatanganan aturan verifikasi dan nomor identitas asli ponsel melalui International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada Jumat (18/10), ditengarai sebagai pemicu beberapa saham peritel gawai dibuka menguat.

“Kemungkinan besar iya, dipicu ekspektasi berlakunya aturan IMEI,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (18/10).

Etta menyebutkan aturan IMEI bakal berdampak positif terhadap peritel ponsel dalam negeri karena aturan ini membatasi impor ilegal dalam jumlah besar. Untuk pembelian individu pun diatur dan kemungkinan dikenakan tarif tersendiri.

“Harga domestik pun diperkirakan tetap kompetitif dengan adanya aturan ini,” tuturnya.

Berdasarkan agenda yang beredar pagi ini, pada pukul 09.00 WIB, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan menandatangani peraturan terkait IMEI di Kementerian Perindustrian bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Aturan tersebut pada awalnya ditargetkan dapat rampung pada 17 Agustus 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ponsel, emiten ritel