Mbiz Gandeng Investree Buka Akses Permodalan bagi UKM

Kerja sama tersebut bertujuan memberikan solusi bagi dunia usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mengatasi masalah utamanya, yakni permodalan serta keterbatasan akses dan peluang dalam ekspansi bisnis.

Mbiz Gandeng Investree Buka Akses Permodalan bagi UKM

Bisnis.com, JAKARTA – PT Big Ecommerce Bersama (Mbiz), perusahaan business-to-business (B2B) penyedia layanan e-procurement, menjalin kerja sama strategis dengan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor fintech-marketplace lending, Investree.

Kerja sama tersebut bertujuan memberikan solusi bagi dunia usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mengatasi masalah utamanya, yakni permodalan serta keterbatasan akses dan peluang dalam melakukan ekspansi bisnis.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan kerja sama tersebut memungkinkan perusahaan yang melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa di dua platform, yakni Mbiz.co.id dan Mbizmarlet.co.id, untuk mengajukan pinjaman secara seamless dengan memanfaatkan integrasi teknologi kedua perusahaan.

"Melalui Mbiz.co.id dan Mbizmarket.co.id, UKM bersama dengan penyedia barang dan jasa dari skala usaha lainnya mendapatkan akses serta peluang untuk memasarkan barang dan jasanya untuk kebutuhan pengadaan B2B dengan kuantitas dan nilai yang besar," ujar Adrian di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Selain dapat dimanfaatkan oleh perusahaan penyedia barang dan jasa untuk pengadaan B2B, layanan finansial Investree di Mbiz.co.id dan Mbizmarket.co.id juga dapat dimanfaatkan sebagai solusi bagi perusahaan atau lembaga pembeli barang dan jasa yang mengalami kesenjangan waktu untuk membayar vendor sementara kebutuhan akan barang atau jasa yang ditransaksikan dalam kondisi mendesak.

Menurutnya, untuk mengantisipasi ketersediaan modal produksi akibat termin pembayaran yang tidak bersahabat dengan cash flow, layanan finansial dari Investree dapat dimanfaatkan oleh penyedia barang dan jasa untuk mengakselerasi kontinuitas produksi.

Dia mengatakan hampir 80% pelaku UKM belum memiliki akses terhadap pembiayaan bank karena belum bisa memenuhi persyaratan creditworthiness yang menjadi standar kelayakan pemberian kredit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm, investor