Serunya Lomba Adu Ngomel di Festival Betawi Kampung Melayu

Puluhan ibu rumah tangga mengambil bagian dalam kompetisi adu ngomel yang diselenggarakan dalam Festival Betawi Kampung Melayu.

Serunya Lomba Adu Ngomel di Festival Betawi Kampung Melayu

Bisnis.com, JAKARTA – Puluhan ibu rumah tangga mengambil bagian dalam kompetisi adu ngomel yang diselenggarakan dalam Festival Betawi Kampung Melayu.

Setiap kontestan diberi waktu 5 menit di atas panggung untuk menyampaikan omelannya terkait dengan isu kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.

Para kontestan, terutama ibu-ibu rumah tangga, mayoritas berasal dari penduduk asli DKI Jakarta, yakni Betawi, yang memiliki karakteristik spontan dan blak-blakan saat berbicara.

Muhammad Rifki, penyelenggara festival tersebut, mengatakan bahwa para kontestan dilarang menggunakan kata-kata kasar atau menunjuk jari mereka ke arah kerumunan. Batas kesopanan dalam perlombaan ini tetap dijaga.

Rifki menambahkan bahwa yang dimaksud dengan omelan itu sebetulnya kata-kata atau peribahasa yang kerap digunakan masyarakat Betawi dalam kehidupan sehari-hari.

"Kompetisi ini bertujuan menangkap tradisi khas Betawi, dengan para pemenang bersaing untuk mendapatkan hadiah uang Rp1,5 juta," ujarnya.

Sulistywati, ibu rumah tangga yang merupakan salah satu dari 32 kontestan, mengatakan bahwa dirinya telah berlatih di depan cermin sebelum naik ke atas panggung.

“Saya pikir sangat penting bagaimana kita dapat mengirim pesan melalui festival ini, karena ada banyak anak di luar sana yang tidak bersekolah dan orang tua mereka juga tidak mendorong mereka untuk pergi ke sekolah,” kata Sulistywati yang berusia 43 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni budaya, betawi, kesenian